Minggu, 30 Oktober 2016

Hanya kita

kita itu aneh
bertingkah seperti dewasa
namun panci panas sedikit
mendidih sampai tumpah

kita itu aneh
kadang merasa cocok
sampai tak bisa lepas
jauh sedikit
merindu sampai sukma

kita itu berapi-api
sama-sama merasa diinginkan
sama-sama bergairah
namun panas sedikit 
meradang sampai perih

kamu, aku
kita itu berbeda
bak aristoteles
dan rosseau

kamu itu keras
punya pendirian
rasionalitas segalanya
pertanyakan apapun
mengapa rumput ditetangga selalu lebih hijau
mengapa gemuruh tak bersenandung
namun lupa 
ada beberapa hal yang semestinya
tak perlu dipertanyakan
hanya perlu diyakini


aku
menaruh hati diatas akal
pusisi diatas pengetahuan
ak itu
simfoni didalam kepala
bisa menenangkan atau memuakan
terdengar terus sampai bodoh 
bodoh dan membodohi 
tak berhenti walau sampai habis
sebelum senyummu merekah

namun begitu,
ak tetap jadi simfoni yang memilukan
selalu dirindukan walau muak
dan kamu
akan selalu menjadi persoalan
yang ak selesaikan
tak peduli seberapa sulitnya

kita tetaplah kita
berbeda
terlihat tak mungkin
namun ini tetaplah kita
bukan tak mungkin bertahan
namun hanya perlu kedewasaan

Keluh

jika kamu penat
jika kamu memang letih 
atau sudah tak sanggup
pergilah
pergilah semaumu

sebut saja hewan berkaki empat sebagai pengganti namaku
biar kau puas
biar kau rasa lega
ucapkan saja
sampai lega, katamu

kalau kau memang lelah 
istirahatlah sejenak, jernihkan fikirmu
jangan membabi buta

ucapmu dengan nada itu
takkan buat persoalan selesai
tak juga sampaikan maksudmu
hanya menarik urat leher mu sampai tinggi

tatapan mata tajam bak mata pisau
tak selesaikan perkara
duduk dengan bijak, pikir dengan jernah
kita sudah sama-sama dewasa
jangan bertingkah bodoh

taruh hatimu diatas 
dinginkan kepalamu sejenak
atur lisanmu
bukan bermaksud mengajari
kau pun tahu
kita takkan selesai dengan kata anjing disetiap kalimat
 
jangan mengancamku
jangan menduga ak tak kan sanggup
karena jika ak nantinya benar benar pergi
kamu tak akan mampu berdiri di depanku
bukan karena malu ataupun rindu
namun
kamu terlalu takut memeluku erat lagi sambil berkata
ak menyesal